matahari… terlalu pagi mengkhianati *tarikselimut*

matahari… terlalu pagi mengkhianati *tarikselimut*

6 thoughts on “matahari… terlalu pagi mengkhianati *tarikselimut*

  1. ini potongan Barisan Nisan sebenernya, ni lengkapnyamatahari terlalu pagi mengkhianatipena terlalu cepat terbakarkemungkinan terbesar sekarang adalah memperbesar kemungkinanpada ruang ketidak-mungkinansehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satu punsudut kemungkinan untuk berkata “Tidak mungkin”tanpa darah mereka mengeringsebelum mata pena berkarat menolak kembali terisisebelum semua paru disesaki tragedidan pengulangan menemukan maknanya sendiridalam pasar dan semerbak deodorantatau mungkin dalam limbah dan kotoranatau mungkin dalam seragam sederetan nisanatau mungkin dalam pembebasan ala monitor 14 inciyang menawarkan hasrat pembangkangan ala Levi’s dan Nokiaatau dalam 666 halaman hikayat para bigot dan despotyang menari ketika jelaga zarkot berangsur menjadi kepulan hitamberselubung Michael Jordan di pojokan pabrik-pabrik ma’lun paraprodusen kerak neraka berlapis statistikpembenaran teatrikal super-mallopera sabun panitia penyusun undang-undang pemiluyang mencoba membanyol tentang kekonyolan demokrasiyang rapi berdasi menopengi mutilasi pembebasan dengan sengkarut argumen basitentang bagaimana menyamankan posisi pembiasaan diri di hadapan seonggok tinjapara sosok pembaharu dunia bernama PASAR BEBAS dan perdagangan yang adiluntuk kemudian memperlakukan hidup seperti AKABRI dan dikebiri matahariterlalu pagi mengkhianatidan heroisme berganti nama menjadi C-4, Sukhoi dan fiksi berpagar konstitusimenjenguk setiap pesakitan dengan upeti bunga pusara dari makam pahlawan tetanggabernama Arjuna dan Manusia Laba-labapahlawan dari Cobain hingga Visiusdari berhala hingga anonimous bernama Burung Garuda Pancasilayang menampakkan diri pada hari setiap situs menjadi sepejal bebatuan yang melayangpada poros yang sejajar dengan tameng dan pelindung wajah para penjaga makam Firaun berkhakisyang muncul 24 jam matahari dan gulita bertukar posisi setiap pojokanbahkan di kakus umum dan selokan mencari target konsumen dan homogenisasi kelayakanmaka setiap angka menjadi maka dan maknaketika kita disuguhi setiap statistik dan moncong senjata dengan ribuan unit SSKuntuk menjaga stabilitas bagi mereka yang akan dinetralisir karena menolak membuang buku Panton sebagai panduan kebenaransejak hitam dan putih hanya berlaku di hadapan mata sinar xeroxmenolak terasuki setan dan tuhan yang mewujud dalam ocehan pencerahan kanon-kanondegungan Big Mac dan es krim cone yang berseru,“Beli! Beli! Beli! Konsumsi, konsumsi kami sehingga kalian dapat berpartisipasi dalam usaha para anak negeri yang berjibaku untuk naik haji!”oh… betapa menariknya dunia yang sudah pastimenjamin semua nyawa dan pluralitas dengan lembaran kontrak asuransidengan janji pahala bertubidengan janji akumulasi nilai lebih, bursa sahamdan dengan semantik-semantik kekuasaan yang hanya berarti dalam kalaketika periode berkala para representatif di gedung parlemen memulai tawar-menawar jatah kursidan kekuatan hanya berlaku paska konsumsi cairan suplemen, tonik dan para biggot bertemu kawanandan cinta hanya akan berlabuh setelah melewati sederatan birokrasi ideologi berwarna merah, hijau, hitam, kuning, biru, merah, putih dan birudan merahdan putihOh betapa indahnya dunia yang berkalang fajar poin-poin NAFTAsehingga pion-pion negara yang berkubang di belakang pembenaran stabilisasi nasionalmenemukan pembenaran evolusi mereka dengan berpetakan saluran-saluran pencerahanpara rock-stars yang lelah berkeluh-kesahkala peluh mengering kasat di hadapan pasanggiri lalat telat pasardan kilauan refleksi etalase dan display berhala-berhalaberskala lebih taghut dari ampas neraka diantara robekan surat rekomendasi negara donorperancang undang-undang dan fakta-fakta anti-terorpara arsitek bahasa penaklukan para pengagung kebebasankebebasan yang hanya berlaku di hadapan layar flatron kemajemukan ponsel demokrasi kotak suara dan pluralisme gedung rubuhOh betapa agungnya dunia di hadapan barisan nisan yang dikebiri mataharidan terlalu pagi mengkhianatiMaka jangan izinkan aku untuk mati terlalu diniwahai rotasi CD dan seperangkat boombox ringkihjangan izinkan aku mendisiplinkan diri ke dalam barisanwahai bentangan seluloid dan narasidan demi perpanjangan tangan remah di mulutmu anakku,jangan izinkan aku terlelap menjagai setiap sisa pembuluh hasrat yang kumiliki hari inidemi setiap huruf pada setiap fabel yang kututurkan padamu sebelum tidur, Zahraku, mentariku!Jangan sedetik pun izinkan aku berhenti menziarahi setiap makam tanpa pedang-pedang kalam terhunuslelap tertidur tanpa satu mata membuta tanpa pagi berhenti mensponsori keinginan berbisatanpa di lengan kanan-kiriku adalah matahari dan rembulanbintang dan sabitpalu dan aritbumi dan langitlautan dan paritdan sayap dan rakitsehingga seluruh paruku sesak merakit setiap pasak-pasak kemungkinan terbesarmemperbesar setiap kemungkinan pada ruang ketidak-mungkinansehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satu pun sudut kemungkinanuntuk berkata, “Tidak mungkin”tanpa darah mereka mengeringsebelum mata pena berkarat dan menolak kembali terisiMatahari tak mungkin lagi mengebiri pagi untuk mengkhianati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s