Pernyataan Sikap Bersama Ahlussunnah INDONESIA

بسم الله الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

Pernyataan sikap bersama ahlussunnah INDONESIA

Kami Ahlussunnah Indonesia menyatakan sikap bersama tentang keberadaaan Syiah Imamiyyah Itna’asyariyyah di Indonesia sebagai berikut:

MENIMBANG

  1. Ajaran ِAhlussunnah adalah Ajaran dan jalan Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam dan Sahabatnya hingga hari kiamat.
  2. Siapapun yang tidak sesuai dan bahkan menyelisihi Ahlussunnah wal jama’ah, maka dia tersesat.
  1. Ahlussunnah meyakini bahwa Al Qur’anul Karim adalah Kitab yang diturunkan kepada Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam, tetap terjaga dari penambahan dan pengurangan hingga hari kiamat. Sedangkan syi’ah meyakini bahwa Al- Qur’an yang berada pada Ahlussunnah adalah hasil pengurangan dan tidak otentik. Ulama besar Syi’ah Husein bin Muhammad Taqi An Nuri At Tabarsi berkata : “Ahlu Naqli Wal Atsar dari kalangan khusus dan umum sepakat bahwa Al Qur’an yang ditangan orang sekarang tidaklah Al Qur’an” dan Al-Qur’an versi Syi’ah 17.000 (AlKafi juz, 2 hal. 597, cet Beirut danFaslul Khithab hal 235).
  1. Ahlussunnah berbeda dengan Syi’ah dalam rukun iman. Ahlussunnah meyakini Rukun Iman ada Enam yaitu Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Iman Kitabkitab Allah, Iman kepada para Rosul Allah, Iman kepada Hari Kebangkitan, dan Iman kepada Qadar-Nya, baik ataupun buruk. Sedangkan Syi’ah meyakini bawa Rukun Iman ada 5 yaitu At Tauhid, An Nubuwwah, Al Imamah, Al Adl, Al Ma’ad.
  2. Ahlussunnah berbeda dengan Syi’ah dalam Rukun Islam. Ahlussunnah meyakini Rukun Islam ada 5 yaitu Dua kalimat Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji. Sedangkan Syi’ah meyakini bawa Rukun Islam ada 5 yaitu Shalat, Puasa, Zakat, Haji, dan wilayah.
  3. Ahlussunnah telah sepakat bahwa Sahabat yang utama setelah Rosulullah dan para Nabi adalah Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq dan Sayyidina Umar Rodhiyallahu ‘anhuma. Sedangkan menurut syi’ah mereka berdua adalah kafir dan dilaknat oleh Allah, para malaikat dan manusia. (Al Kafi juz 8 hal. 246, Haqqul Yaqin hal. 367 dan 519)
  4. Ahlussunnah sepakat bahwa Mut’ah hukumnya Haram. Sedang Syiah menghalalkan Mut’ah
  5. Ahlussunnah meyakini bahwa ‘Ishmah (kema’shuman) hanya dimiliki oleh para Nabi dan Rosul. Sedangkan syi’ah meyakini bahwa ‘Ishmah juga dimiliki oleh para Imam yang dua belas.
  6. Ahlussunnah dimata orang syi’ah adalah kafir (Murtad), anak zina, halal darah dan hartanya.

MENYATAKAN

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, maka kami mengambil kesimpulan dan menyatakan bahwa:

  1. Ahlussunnah tidak dapat dipersatukan dengan Syiah, karena berbeda dalam Ushuluddin (Aqidah/Tauhid).
  2. Syiah berbahaya bagi agama, bangsa dan negara.
  3. Kami Ahlussunnah (Muslimin Indonesia) sangat menolak keras MUHSIN (Forum Ukhuwah Sunni-Syiah) yang digagas beberapa waktu yang lalu oleh aktivis aktivis syiah dan oknom yang mengatas namakan Muslimin Indonesia di Jakarta.

Meminta pihak-pihak berwenang dengan tegas Syi’ah sebagai aliran sesat yang harus dilarang di Indonesia, karena konflik yang terjadi di irak dan di timur tengah besar kemungkinan terjadi Indonesia.

Dinyatakan pada saat Tabligh Akbar Ahlussunnah Bersatu Menolak Syi’ah

Jakarta, 10 Juni 2011

8 thoughts on “Pernyataan Sikap Bersama Ahlussunnah INDONESIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s