Siapakah Zionis Israel Itu? (6)

body { background: #fff; margin: 0px; padding: 4px; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; height: auto; width: auto; }

Walau
Judeo Christianity atau Zionis Kristen telah lama ada di Washington,
dan sejak pemerintahan Ronald Reagan sering menggelar kebaktian di
kantor kepresidenan, namun di masa Presiden George Walker Bush-lah
kelompok ini sungguh-sungguh menunjukkan taringnya. Bush sendiri pernah
mengatakan jika Amerika merupakan “Land of the Christ”, Tanahnya Mesiah.

Dalam pidato, kampanye, dan banyak buku mengenai
George W Bush, sosok presiden AS ini digambarkan sebagai seorang
Kristiani yang amat taat. Dalam situs whitehouse.org ada artikel
bertajuk The Presidential Prayer Squad atau Skuadron Doa Kepresidenan.
Mereka adalah George W Bush, Pastor Deacon Fred, Rev. Jerry Falwell,
Jesus (!), Brother Harry Hardwick, dan Rev. Bob Jones Jr. Di halaman
sebelah kanan artikel ada sejumlah agama dan ideology yang diberi tanda
silang. Dari atas ke bawah adalah: Budhists, Hindus, Shiks,
Rastafarians, dan Muslims. Kurang ajarnya, di bagian Muslim itu ada
kotak berisi nama Allah dalam bahasa Arab yang diberi tanda silang.

Artikel itu mengisahkan, “Presiden Bush selalu
memulai harinya jam sembilan pagi dengan berlutut di atas lantai Oval
Office bersama Skuadron Doa Kepresidenannya untuk berdoa dan menghadap
tuannya, The Lord Jesus. Ada Rev. Pat Robertson, Dr. Jerry Falwell, Rev.
Bob Jones Jr., Pastor Deacon Fred, dan Brother Harry Hardwick…”
Presiden Bush dilukiskan sebagai seorang Kristen yang dilahirkan
kembali. Dari pemuda yang menyukai minuman keras dan ugal-ugalan menjadi
seorang pengikut Yesus yang taat.

Di Masa pemerintahan Bush inilah, kali pertama
pidato kenegaraan ditutup dengan doa bersama, hal ini menyiratkan
kedekatan antara negara dengan agama, sesuatu yang belum pernah terjadi
sejak Amerika Serikat berdiri.

Seharusnya, ‘kesalehan’ seorang Bush dan pejabat
puncak pemerintahan Amerika dengan agama Kristen-nya, mampu menjadikan
bumi ini lebih damai, adil, dan indah. Tapi ironisnya, hal yang terjadi
adalah sebaliknya. Tidak seperti presiden-presiden Amerika lainnya yang
masih memiliki sedikit pertimbangan dan mengedepankan strategi
diplomatik, Bush dan lingkaran elitnya malah mengedepankan pemerintahan
gaya koboi, tembak duluan, urusan benar atau salah nanti belakangan. Dan
gilanya, hal ini mendapat pembenaran atas nama agama yang esensinya
selalu mengklaim sebagai agama cinta kasih.

Bagaimana semua ini bisa terjadi? Adakah semua ini
bisa ditemukan jawabannya dari apa yang disebut Judeo-Christian atau
dalam bahasa yang lebih lugas: Zionis Kristen?

Judeo Christian Lahir Dari Rahim Zionisme

Definisi baku Judeo Christian atau Zionis Kristen
mungkin tidak akan bisa kita temukan. Tapi secara hakikat, istilah ini
mengacu pada keyakinan dan sikap keagamaan umat Kristen Amerika (dan
juga Kristen Eropa serta sebagian besar dunia) yang memandang bahwa
Zionisme merupakan hal yang harus didukung secara penuh, tanpa syarat,
walau kaum Zionis-Israel membunuhi dan membantai anak-anak tak berdosa.
Sebaliknya, mereka akan merasa berdosa apabila tidak mendukung atau
mengecam Zionis-Israel, seakan berdosa kepada Tuhannya.

Ayat-ayat Injil yang sering dijadikan dalil utama
bagi kelompok ini adalah Perjanjian Tuhan kepada Abraham. Abraham atau
Ibrahim merupakan bapak dari Ismail yang kemudian menjadi generasi Nabi
Muhammad SAW dan Ishaq yang menurunkan bangsa Yahudi. Bunyi perjanjian
itu yang dimuat dalam kitab Genesis (Kejadian) Injil Perjanjian Lama
King James version adalah:

“Dan aku akan menjadikan engkau suatu bangsa
besar, dan Aku akan memberkati engkau, dan menjadikan nama engkau besar;
dan terberkatilah engkau’
(Gen 12:2)

“Dan Aku akan memberkati mereka yang memberkati
engkau, dan mengutuk mereka yang mengutuk engkau; dan di dalam diri
engkaulah semua keluarga dari dunia akan diberkati”
(Gen 12: 3).

Inilah ayat-ayat yang dijadikan dalil utama
kelompok Zionis-Kristen di dalam sikapnya membela Israel tanpa syarat.
Padahal di dalam sejarah penulisan Injil, kita sudah mengetahui bahwa
kaum Yahudi telah merusak kesucian Injil yang diturunkan Allah Swt
kepada Nabi Isa a.s.

Sayang sekali, orang-orang Kristen tidak mengetahui
atau mungkin tidak mau tahu tentang Talmud. Kitab iblis yang disucikan
Zionis Yahudi ini. Padahal, jika saja mereka mau meluangkan waktu
sedikit saja untuk membuka lembar demi lembar kitab iblis itu dan
mencari ayat-ayat bagaimana sebenarnya sikap kaum Zionis-Yahudi terhadap
Yesus dan kekristenan, maka pasti orang-orang Kristen akan berbalik
arah dan memusuhi kaum Zionis-Yahudi. Lihatlah apa kata Talmud terhadap
Yesus:

“Pada malam kematiannya, Yesus digantung dan
empatpuluh hari sebelumnya diumumkan bahwa Yesus akan dirajam (dilempari
batu) hingga mati karena ia telah melakukan sihir dan telah membujuk
orang untuk melakukan kemusyrikan (pemujaan terhadap berhala)… Dia
adalah seorang pemikat, dan oleh karena itu janganlah kalian
mengasihaninya atau pun memaafkan kelakuannya”
(Sanhedrin 43a)

“Yesus ada di dalam neraka, direbus dalam kotoran (tinja) panas” (Gittin 57a)

“Ummat Kristiani (yang disebut ‘minnim’) dan
siapa pun yang menolak Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan
dihukum di sana bersama seluruh keturunannya”
(Rosh Hashanah 17a).

“Barangsiapa yang membaca Perjanjian Baru tidak
akan mendapatkan bagian ‘hari kemudian’ (akhirat), dan Yahudi harus
menghancurkan kitab suci umat Kristiani yaitu Perjanjian Baru “
(Shabbath 116a)

Inilah ungkapan hati Talmud yang sesungguhnya
tentang Yesus dan umat Kristen. Siapa pun yang mengaku sebagai seorang
Kristen, setelah mengetahui ayat-ayat pelecehan dari Talmud kepada Yesus
dan agamanya, tetapi masih saja mendukung Zionis-Yahudi, masih saja
membantu Israel, maka ia sebenarnya telah ikut-ikutan melecehkan
agamanya sendiri. Jika tidak percaya, silakan ambil Talmud dan baca
sendiri.

Jews Singapore Connection

Yang ketiga, Unggun ‘Samuel’ Dahana dan para
kolaborator Zionis lainnya menyatakan kepada wartawan jika acara yang
digagaskan juga akan menghadirkan orang-orang Yahudi dari luar
Indonesia, terutama Singapura, dan juga diliput oleh jurnalis Israel.
Walau akhirnya kita ketahui hal ini tidak terjadi, namun apa yang telah
keluar dari mulut mereka harus kita perhatikan dan kritisi.

Sudah menjadi pengetahuan umum jika Singapura
memang merupakan basis Yahudi di Asia Tenggara, bahkan Asia Pasifik.
Buku “Singapura Basis Israel di Asia Tengara” (Rizki Ridyasmara, 2005)
telah cukup memaparkan bagaimana Zionis Israel turut serta membangun
negeri mini tersebut namun memiliki pengaruh dan kekuatan militer
kawasan yang maksi. Semua lobi Zionis Israel di kawasan Asia Tenggara
dan Pasifik selalu saja dikendalikan dari Singapura. Sangat mungkin
termasuk mengendalikan para kolaborator Zionis di Indonesia.
[bersambung/rz]

source: http:www.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/siapakah-zionis-israel-itu-6.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s