Tamparan Kematian

Tamparan Pertama:

“Mau dikenang sebagai apa kita nanti setelah mati?”

Satu pertanyaan yang saya baca di koran hari ahad lalu. Huff, begitu menampar. Sampai kemarin saya ga kepikiran mau dikenang sebagai apa setelah mati. Padahal urusan akhirat itu terkait erat dengan aktivitas kita di dunia. Apa iya mau hidup dan matinya menjadi kontroversi? Apalagi jika kontroversinya menyangkut maksiat kepada Alloh.

Tamparan Kedua:

“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Telah meninggal fulanah di RS X pagi tadi…” demikian sms yang saya terima suatu pagi. Di usia muda ajal menjemputnya, beneran ga nyangka.. lalu saya? tinggal menunggu waktu.. bekalnya?

“(Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan).” [TQS. An Nahl: 111]


Tamparan Ketiga:

“Setiap yang bernyawa pasti merasakan mati” [TQS. Ali Imran: 185]

Meski udah baca berulag-ulang tapi perasaan hidup selamanya di dunia kadang masih suka ada di pikiran saya. Entahlah, apa karena terlalu mencintai dunia sampai ga kepikiran mati? Mencintai dunia dalam arti yang sebenarnya, terlena hingga benar-benar melupakan akhirat. Pesan-pesan pengingat mati rasanya hanya melewati telinga, ga nyangkut di otak atau bahkan ruh. Ritual ibadah dilaksanakan tanpa menyertai hati. Pernahkah merasa begitu?

“Dan tiada seorang jiwa pun yang mengetahui di belahan bumi manakah ia akan mati” (TQS. Luqman: 34)

.: Kematian Itu Dekat, Di!

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya, kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.’” (TQS. Al-Jumu’ah: 08)

3 thoughts on “Tamparan Kematian

  1. semakin menyadari bahwa masa depan yg jelas terpampang di depan kita adalah kematian.. mana manajemen kematian ane msh berantakan.. fyuu.. Bismillah..

  2. Ikut merasakan tamparan keras.Apakah ilmu manajemen untuk mendapatkan rumah masa depan yg lapang, luas, terang, dan damai selama ini sudah tepat implementasinya?*untuk introspeksi diri juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s